Posted by: Bachtiar STUM on: September 19, 2007
Ketidaktauan kadangkala membuat kita menjadi ragu terhadap sesuatu hal, seperti kata orang: “tidak kenal maka tak sayang”. Itulah kesan saya pertama kali mendengar tentang program AKSELERASI-nya SMAN I Bekasi. Semenjak pemaparan program aksel oleh Pembina di akhir Agustus 2007 yang lalu, terus terang saya belum paham betul dan sedikit was-was mengenai program ini. Seberapa hebatkah anak saya mampu menyelesaikan pendidikan di SMAN hanya dalam waktu 2 tahun?, dan bagaimana pula dengan resources yang ada di SMAN I Bekasi untuk melaksanakan program ini.
Mengacu akan hal diatas, keinginan untuk lebih mendalami program ini mencuat, lalu saya![]()
mengajukan beberapa pertanyaan (questioner methode) kepada salah seorang pembina program ini yaitu Ibu Dwi Indah Krisyanti, SPd, MM. Usaha ini bersambut dengan sangat positip mengingat respon beliau yang sangat cepat mengirimkan penjelasan.
Pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan meliputi:![]()
Selanjutnya, Ibu Indah menjawab :
PROFIL KELAS CERDAS ISTIMEWA SMAN 1 Bekasi (Program Percepatan Belajar atau Akselerasi)
B. Misi
C. Tujuan
D. Sasaran
E. Latar Belakang dan Permasalahan
Penyelenggaraan pendidikan yang dilaksanakan di Indonesia dari masa ke masa lebih banyak bersifat klasikal-massal, yaitu berorientasi kepada kuantitas untuk dapat melayani sebanyak-banyaknya jumlah peserta didik. Kelemahan yang tampak dari penyelenggaraan pendidikan seperti ini adalah tidak terakomodasinya kebutuhan individual peserta didik di luar kelompok peserta didik normal. Padahal sebagaimana kita ketahui bahwa hakikat pendidikan adalah untuk memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi kecerdasan dan bakatnya secara optimal.
Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 31 ayat (1) mengamanatkan bahwa “Tiap-tiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran”. Hal ini baru dapat terpenuhi pada saat Indonesia memasuki pembangunan jangka panjang ke satu tahun 1969/1970-1993/1994.
Dalam periode pembangunan ini pemerintah mulai menaruh perhatian pada pendidikan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa.
Upaya merintis program pelayanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa tersebut, telah dimulai sejak tahun 1974 dengan pemberian beapeserta didik bagi peserta didik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berbakat dan berprestasi tinggi tetapi lemah kemampuan ekonomi keluarganya.
Selanjutnya, pada tahun 1982 Balitbang Dikbud membentuk Kelompok Kerja Pengembangan Pendidikan Anak Berbakat (KKPPAB). Kelompok Kerja ini mewakili unsur-unsur struktural serta unsur-unsur keahlian seperti Balitbang Dikbud, Ditjen Dikdasmen, Ditjen Dikti, Perguruan Tinggi, serta unsur keahlian di bidang sains, matematika, teknologi (elektronika, otomotif, dan pertanian), bahasa, dan humaniora, serta psikologi. Kelompok Kerja tersebut antara lain bertugas untuk :
Kemudian, pada tahun 1984 Balitbang Dikbud menyelenggarakan perintisan pelayanan pendidikan anak berbakat dari tingkat SD, SMP, SMA di satu daerah perkotaan (Jakarta) dan satu daerah pedesaan (Kabupaten Cianjur). Program pelayanan yang diberikan berupa pengayaan (enrichment) dalam bidang sains (Fisika, kimia, Biologi, dan Ilmu Intelektual Bumi dan Antariksa), matematika, teknologi (elektronika, otomotif, dan pertanian), bahasa (Inggris dan Indonesia), humaniora, serta keterampilan membaca, menulis, dan meneliti. Pelayanan pendidikan dilakukan di kelas khusus di luar program kelas reguler pada waktu-waktu tertentu. Peritisan pelayanan pendidikan bagi anak berbakat ini pada tahun 1986 dihentikan seiring dengan pergantian pimpinan dan kebijakan di jajaran Depdikbud.
Selanjutnya, pada tahun 1994 Departemen Pendidikan dan Kebudayaan mengembangkan program Sekolah Unggul (Schools of Excellence) di seluruh provinsi sebagai langkah awal kembali untuk menyediakan program pelayanan khusus bagi peserta didik dengan cara mengembangkan aneka bakat dan kreativitas yang dimilikinya.
Program ini dianggap tidak cukup memberikan dampak positif pada peserta didik berbakat untuk mengembangkan potensi intelektual yang tinggi. Keluhan yang muncul di lapangan secara bersamaan didukung oleh temuan studi terhadap 20 SMA Unggulan di Indonesia yang menunjukan 21,75% peserta didik SMA Unggulan hanya mempunyai kecerdasan umum yang berfungsi pada taraf di bawah rata-rata, sedangkan mereka yang tergolong anak memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa hanya 9,7% (Reni H., dkk., 1998).
Pada tahun 1998/1999, dua sekolah swasta di DKI Jakarta dan satu sekolah swasta di Jawa Barat melakukan ujicoba pelayanan pendidikan bagi anak yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa dalam bentuk program percepatan belajar (akselarasi), yang mendapat arahan dari Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah. Pada tahun 2000 program dimaksud dicanangkan oleh Menteri Pendidikan Nasional pada Rakernas Depdiknas menjadi program pendidikan nasional. Pada kesempatan tersebut Mendiknas melalui Dirjen Dikdasmen menyampaikan Surat Keputusan (SK) Penetepan Sekolah Penyelenggara Program Percepatan Belajar kepada 11 (sebelas) sekolah yakni 1 (satu) SD, 5 (lima) SMP dan 5 (lima) SMA di DKI Jakarta dan Jawa Barat. Kemudian pada tahun pelajaran 2001/2002 diputuskan penetapan kebijakan pendiseminasian program percepatan belajar pada beberapa sekolah di beberapa provinsi di Indonesia.
TUJUAN YANG INGIN DICAPAI
Tujuan yang mendasari dikembangkannya program percepatan belajar bagi peserta didik yang memiliki memiliki potensi kecerdasan istimewa :
1. Tujuan Umum
2. Tujuan Khusus
| No | Nama Guru | Mata Pelajaran | Pendidikan terakhir |
| 1. | Drs. Mansyur | P.A. Islam | S1 |
| 2 | Drs. Burhanudin | P.A. Islam | S1 |
| 3. | Edi Mardoyo, S.Pd | P.A. Kristen | S1 |
| 4. | M.Ruslan, S.Pd | PPKn | S1 |
| 5. | Mukaromah, S.Pd | Bahasa Indonesia | S1 |
| 6 | Dra. Enong Heryati | Bahasa Indonesia | S1 |
| 7. | Dra.Hj.Siti Nursiana | Bahasa Inggris | S1 |
| 8 | Nani Nuraeni, S.Pd | Bahasa Inggris | S1 |
| 9. | Dra. Hendriyati | Sejarah | S1 |
| 10 | Siti Marifah | Geografi | SI |
| 11 | Dra. Endang Mulyani | Ekonomi | S1 |
| 12 | Entin Hartini | Penjaskes | SI |
| 13 | Drs. Sartiman.W.Hidayat, M.Pd | Pend. Seni/Budaya | S2 |
| 14 | Subarna, SP.d. | Pend. Seni/Budaya | S1 |
| 15 | Dra. Eli Ruliarsih | Matematika | S1 |
| 16 | Cahyo Nugroho S.Pd | Fisika | S1 |
| 17 | Ahmad Muslih, S.Pd | Fisika | S1 |
| 18 | Dwi Indah Krisyanti, S.Pd, MM | Kimia | S2 |
| 19 | Dra. Eti Heryati K | Biologi | S1 |
| 20 | Drs. Diyan Mulyadi | Sosiologi | S1 |
| 21 | Deswati, S.Pd | Teknologi Informasi | S1 |
| 22 | Dra. Sumiati Sudira | BP/BK | S1 |
| 23 | Hj. Nursariah, S.Pd | BP/BK | S1 |
|
NO |
NAMA |
DITERIMA DI PT |
|
1 |
AFRILIA INTAN PRATIWI |
UGM KEDOKTERAN (PMDK) |
|
2 |
ARISITA CAROLINE |
UNSRAT KEDOKTERAN( SPMB) |
|
3 |
BASTIAN |
TRISAKTI PERMINYAKAN |
|
4 |
DANIEL MANDATARI |
UNSRI KEDOKTERAN( SPMB) |
|
5 |
EKO ROY MARELLA |
ELEKTRO UGM (UM)/ ITB TEKNIK KIMIA (SPMB) |
|
6 |
GHAZI ZULHAZMI |
T.MATERIAL ITB ( UM) |
|
7 |
ISMANAJI NUGRAHA |
UGM TEKNIK SIPIL(SPMB) |
|
8 |
JULIA ELIZABETH |
IPB STATISTIK(PMDK)/ STT TELKOM |
|
9 |
LAYUNG ANINDYA PRASETYANTI |
ITB TEKNIK MATERIAL (SPMB) /STT TELKOM |
|
10 |
LISSA FAJRI YAYUSMAN |
ITB FTSL (SPMB) |
|
11 |
MUHAMAD BESTARI |
TEKNIK INFORMATIKA UGM(UM)/STAN PERPAJAKAN |
|
12 |
NOVIANTI EKASARI |
ITB TEKNIK MATERIAL (SPMB) |
|
13 |
PUJI ASIH MAULANI DEWI |
UNPAD MANAJEMEN PEMERINTAHAN (SPMB)/STT TELKOM |
|
14 |
RINA NUR FITRIANY |
UI KESEHATAN MASYARAKAT (SPMB) |
|
15 |
RISKAWATI CHANDRA |
UGM TEK.INDUSTRI/TEKNIK SIPIL ITB/(SPMB)STT TELKOM |
|
16 |
RIZKI RIDHO |
UGM TEK FISIKA |
|
17 |
RIZKY AMELIA |
STT TELKOM/ EK SDM IPB |
|
18 |
SPICA ARUMNING ARDHI GUSTI |
UNPAD FARMASI |
|
19 |
WIDHI WAHYUNIARTI |
UI TEKNIK INDUSTRI (SPMB)STT TELKOM |
|
20 |
YANUARIA SATYA DEWI |
IPB PERIKANAN/Perikanan UGM/GeologI ITB |
Hubungan dengan pihak-pihak ketiga
Bagaimana orang tua dapat berpartisipasi?
Sangat diharapkan kerjasama dalam :
saya hanya ingin mengoreksi data teman2 akselerasi di atas. ada sedikit kesalahan. Teman saya, layung Anindya (nomor 9) bukan di Teknik material ITB, tetapi di Teknik Industri ITB.
Demikian pemberitahuan saya. Saya harap dapat ditindaklanjuti untuk penyebaran informasi yang tepat.
terimakasih
@dear Roy,
thanks, saya akan konfirmasi dengan pihak sekolah.
juragan……
nyomot fotonya buat di taro di milis ya…..
thx…..
dear Ican,
milisnya apa dong, boleh gabung ‘ga?
Saya ingin masuk kelas akselerasi SMAN I Bekasi. Apa saja syarat-syaratnya?
@dear Aisha,
Menurut informasi, tahun ini program akselerasi tidak ada lagi.
Namun untuk pastinya, tolong langsung aja ke admin SMAN1 Bekasi.
(maaf atas keterlambatan untuk merespon pertanyaan anda)
aksel sma 1 bekasi masih ada kok…
Assalamualaikum…
Sama seperti saudara Roy,mungkin saya hanya ingin mengoreksi data teman-teman akselerasi di atas.Teman saya,Puji Asih Maulani Dewi,diterima SPMB jurusan Adm Negara UNPAD..Terima kasih…
mmm…AKSEL…
menurut saya,program akselerasi adalah program yang hebat,,,,kalau bisa 2 tahun,,,mengapa mesti 3 tahun???
toh,berdasarkan pengalaman,masa2 indah SMA saya tidak terenggut….masa2 SMA saya juga sama seperti yang orang lain rasakan,,,paling indah…
kesolidan teman2 sekelas lebih mantap…kekeluargaannya oke….dan yang pasti…anak aksel punya banyak teman…dari 2 angkatan….angkatan masuk dan angkatan keluar…
lebih banyak manfaatnya sih,daripada mudharatnya….hehe
NB:untuk yang mo masuk kelas Aksel…jangan ragu2!!semangat!!
@dear d’pharmachs,
Thanks atas koreksinya.
Namun sayang, menurut informasi program akselerasi mulai tahun ini akan ditiadakan dan diganti dengan program yang baru atau mungkin program SBI akan ditingkatkan.
Maaf, saya cuma mau ralat. Untuk Muhammad Bestari bukan diterima di Teknik Informatika UGM dan melalui jalur UM, melainkan Ilmu Komputer UGM melalui SPMB. Thx atas perhatiannya.
@dear kazuya,
Thanks atas ralatnya!
Saya sebagai orang tua sangat tertarik dengan program akselerasi ini, apakah SMAN 1 Bekasi akan mengadakan program untuk angkatan ke-2. Karena untuk tahun ajaran 2008/09 sepertinya tidak ada program tersebut.
Ibu Sri Lestari,
Sebaiknya tolong langsung menghubungi Bp. Bambang (manager program akselerasi SMAN 1), karena informasi tentang Akselerasi Angkatan-4 (2008/2009) agak simpang siur, dan belakangan ini ada info bahwa program ini akan diteruskan.
tnyta bkn hny aksel1 saja yg mnunjukkan “giginya” yp.tbukti aksel2 akan segera menyusul..
60% siswa aksel2 sdh dtrma di ptn.doakan sja sisanya…lwt pgman snm-ptn tgl 1 agustus NANTI!!!
dear Inna,
Saya berdoa agar siswa Aksel-2 dapat sukses tahun ini, dan tahun depan disusul oleh adeknya Aksel-3.
Semangat, aksel2!
Setuju sih, aksel itu program yang hebat. Tidak ada kebahagiaan yang terenggut dengan mengikuti program akselerasi.
Tapi, sejujurnya ada pembelajaran nonakademik yang terlewatkan. Andai bisa diseimbangkan antara program akademik dan nonakademik (ekstrakurikuler dan kegiatan berorganisasi lainnya), maka program akselerasi akan menghasilkan siswa yang luar biasa..
Setelah beraktivitas di kampus, sangat terasa bahwa sya tertinggal dalam kehidupan berorganisasi. Tapi, saya terus mengejar..
dear Layung
Setiap pilihan selalu mengandung resiko, ada yang manis sekaligus ada pahitnya.
Nah, disini perlu kemampuan menyeimbangkan permasalahan, yang penting berjuang terus, dan tentu jangan lupa berdoa agar mempunyai kekuatan dalam hal memelihara motivasi.
Thanks.
wah.. hebat .. sekarang sman 1 bekasi sudah punya kelas akselerasi. mudah2an mampu menghasilkan lulusan2 yang lebih baik dibanding generasi kami dulu.
btw, sedikit baca diatas bahwa ada 23 alumni sman1bekasi yg masuk ITB tahun 2007 mendatangkan sebuah kegembiraan tersendiri bagi saya. 10 tahun sebelumnya, kami hanya bertiga masuk ITB. sman2bekasi hanya seorang malah ..
mudah2an prestasi lulusannya makin ok !!!
asal jangan lupa, bahwa proses pendidikan tidak hanya akademik melulu. faktor pengembangan kepribadian dan banyak hal diluar akademik juga jadi bagian yang penting dalam pendidikan ..
harry – 3 IPA4 angkatan 97
Nb : salam untuk guru2 saya.. pak parto, bu elly ..
dear Pak Harry,
Terima kasih Pak atas comment-nya
Salamnya akan disampaikan.
Sounds like a very interesting concept! Do you appreciate my careful bear Good joke
Did you hear about the farmer who was found guilty of selling rotten fruit? He was judged by his pears!
dear VefecopsVef,
I think you just gamble by guessing the number of segments a particular mangosteen fruit containts regarding this concept.
Anyway I’m interesting to your joke and thanks for your visiting.
untungnya aksel 2 SMA Negeri 1 Bekasi juga sudah unjuk “gigi”
1. Anita Ratna Ningrum : Pendidikan Dokter UIN
2. Bayudha Sandra Maulana : Universitas Pancasila
3. Bintang Bergas Cendekia : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB
4. Daniel : Teknik Mesin UI
5. Dwinasanti Nur Rachmawati : STIS, Farmasi UI dan Matematika UNS
6. Eksa Bagas Prasasti : Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB
7. Fransiska Janette Wibowo : Teknik Industri ITT-TELKOM
8, Gotti Regina : Teknik Industri ITT-TELKOM
9. Ihsan Kurnia Ghazali : Teknik Kelautan IPB
10. Ika Yul Pratiwi : Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB, Ilmu Komputer UNDIP dan Teknik Elektro UGM
11. Khemal Abidin : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Teknik Informatika ITT-TELKOM
12. Lucky Dwi Nanda : Oseanografi ITB
13. Nuardi Yusuf : Pendidikan Dokter UNILA, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
14. Putricia Synthesa : STIS, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI
15. Rachmat Setiawan : Kimia UI
16. Revianda Deslianto Darma : Administrasi Perpajakan STAN dan Ilmu Komputer IPB
17. Rizkie Febriyadi : Administrasi Perpajakan STAN, Matematika UI dan Teknik Elektro ITT-TELKOM
18. R.R Alvira Wijaya : Farmasi UIN
19. Shafira Adlina : Bioteknologi UAI
20. Zandra Yulia Rosa : Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan ITB, Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, Fakultas Kedokteran Gigi UNPAD dan Teknik Geologi UNSOED.
rasa bangga akan lebih besar jika aksel angkatan 3 lebih sukses lagi… amin
semoga bisa menambaha data Perguruan Tinggi yang didapat Aksel SMA Negeri1 Bekasi…
ada yang lupa:
seharusnya :
17. Rizkie Febriyadi : Administrasi Perpajakan STAN, Matematika UI, Fakutas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB dan Teknik Elektro ITT-TELKOM
dear Khemal,
Terima kasih lho atas posting info Aksel-2 nya
Kita berharap dan berdoa semoga adek2nya yang di Aksel-3 tidak kalah hebatnya dengan kakak2-nya.
Dan tetap berharap agar kakaknya yang sudah di perguruan tinggi dapat memberi bimbingan dan dorongan kepada adeknya yang masih berjuang sekarang di Semansa Bekasi khususnya Aksel3.
aminn bwt aksel-3. iya pastinya dikasih petunjuk sama nasehat!!!
ini aksel tiga yang hebat
doain smogaa angkatan yang ketiga ini lulus semuaa
plus semuanya masuk PTN yang oke-oke
bentar lagi aksel tiga pasti unjuk GIGI juga kok
YEAAH………..!!!!!!!!!
salam buat Belinda Olga Cinintya sama tante di rumah
truss juga minta traktir dong om kalo kita semua lulus dan masuk universitas yang di pengenin
traktirnya di LAPO ya.
hhe.he
amin. gmna aksel 3?
Saya hanya ingin menambahkan
Rizkie Febriyadi juga diterima di S1 akuntansi Bakrie school of management
saya berharap teman-teman aksel 3 ada yang mendapat beasiswa ke luar negeri seperti Monbukagakusho, karena M. Bestari untuk program D3, dan Rizkie F. untuk program S1 dalam Monbukagakusho belum berhasil, mohon aksel 3 juga memanfaatkan internet untuk mencari informasi PT dan beasiswa, karena beberapa PTN sudah menerapkan sistem penerimaan online
assalamualaikum,,
saya cuma mau menambahkan
19.shafira adlina juga diterima di ILMU KELAUTAN UNSOED
thx.
semoga axel 3 dpt yg trbaek!
dan lulus dgn nilai yg baik!
amin!
Memang hebat SMA1 Bekasi, apalagi Wakasek Kur nya Suparto S.Pd.
ko… aksel sman 1 bekasi, masuk kulnya banyak standar2 yah.. ada sih yang bagus banget… tp ko byk yg standar2 juga.. smg makin t.o.p deh kedepannya.. amiin..
assalamualaikum,
mau tanya kabar selanjutnya dari aksel angkatan yang sekarang.
apa ada perubahan? baik dari jumlah kelas maupun kriteria?
Bapak.Ibu yth,
apakah kelas Aksel di SMA I Bekasi buka kelas baru untuk tahun pelajaran 2010-2011 ?
Terima kasih
Ria
October 21, 2007 at 10:08 am
sebuah fenomena yang luar biasa, SMAN 1 bekasi berani untuk membuka kelas akselerasi. Awalnya saya sempat skeptis bahwa kelas aksel ini bisa berjalan dengan baik, bayangkan saja materi untuk 3 tahun disingkat menjadi 2 tahun apa mungkin siswa mampu? sebab semakin singkat waktu semakin besar tekanan pada siswa dan semakin sempit waktu untuk bermain-main ( namanya anak muda kan butuh main-main,hehe!) kalau siswa tidak pintar mengatur waktunya mereka akan stess dan gagal.
Tetapi ternyata saya salah. angkatan 1 aksel adalah buktinya. 99.95% dari siswa aksel angkatan 1 masuk PTN. dan dari 23 siswa SMAN 1 yang masuk ITB tahun 2007, 7 diantaranya dari aksel ank 1. berarti 35% dari aksel ank 1 masuk ITB. terlebih lagi hampir semuanya berasal dari spmb. Fantastis!
kelas aksel telah membuktikkan giginya. Saya jadi yakin akan prospek program ini ke depan. Saya dukung deh berapa persen yah? mungkin 99%.
ada 1% yang saya tidak suka dari aksel yaitu tes IQ. mengapa masuk aksel harus pakai tes IQ? kebanyakan orang selalu menjawab hanya orang yang berIQ tinggi yang bisa mengikuti pelajaran di aksel. Itu teori yang landasannya tidak kuat. begini ada 2 tipe orang di dunia: jenius dan pekerja keras. Orang jenius tetapi tidak bekerja keras MUSTAHIL berhasil tetapi orang yang berkerja keras tetapi tidak jenius berpeluang besar berhasil. So, yang lebih penting adalah tingkat kerja keras kita dan daya tahan kerja kita kan?
Masih belum puas, buktinya adalah kenalan saya di ITB namaya Thomas jur fisika 2005. Pada saat SMA dia sudah menguasai materi program master (S2) fisika( hal ini jauh dari standar aksel) terbukti dia meraih medali emas olimpiade fisika nas dan mendapat penghargaan khusus di tingkat internasional. Di ITB dia mendapat TPB prize karena IP-nya 4. Anda tahu berapa IQ-nya? hanya 117. JAUH di bawah angka minimal untuk kelas aksel.Saya takut ada thomas2 yang lain yang ingin masuk ke aksel tetapi tidak bisa karena masalah IQ. seharusnya diadakan tes mata pelajaran setingkat SMA saja, dengan begini kita bisa melihat seberapa jauh orang tersebut siap untuk mengikuti pelajaran SMA dengan kecepatan tidak normal.
Satu lagi, aksel mempersempit ruang siswa untuk berprestasi di luar sekolah.
Saya melihat kalau orang aksel sangat sulit untuk bisa berprestasi akademik di luar sekolah contohnya seperti Olimpiade. karena lomba mata pelajaran sekelas Olimpiade membutuhkan waktu berbulan untuk pelatihan sedangkan hal itu hampir tidak mungkin dilakukan oleh anak aksel yang terus mengejar materi mata pel. Jadi bagi siswa yang ingin mengharumkan nama SMA 1 di luar sekolah dengan leluasa, JANGAN masuk aksel.
overall, aksel ada program yang sangat baik, walau comment saya diatas menuju pada kelemahan aksel, di luar itu begitu kita masuk aksel, kita akan diproses menuju keluaran yang bagus, insan yang intelek dan bertakwa bisa didapat dari program ini. karena manusia menunjukkan performa terbaik pada saat di bawah tekanan. tekanan di kelas aksel lebih besar dari kelas biasa oleh karena itu, menciptakkan satu lingkungan yang kondusif untuk bertumbuh ke arah yang makin baik.